• 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
BUDAYA DISIPIN KUNCI KESUKSESAN
#1
Video 
Agus adalah guru BK di SMK N 2 Pangandaran berkeinginan agar warga sekolah, khususnya siswa berperilaku disiplin di lingkungan sekolah

Agus melihat perilaku warga sekolah masih banyak yang melanggal aturan, padahal disiplin merupakan salah satu yang mempengaruhi karakter siswa

Agus kemudian membuat program Gerakan disiplin disekolah dengan jargon “Disiplin Budayaku”.

Awalnya sulit untuk menerapkan perilaku disiplin di lingkungan sekolah, hasil pemantauan masih banyak warga sekolah yang tidak disiplian, terutama siswa

Agus akhirnya mencoba mengajak guru yang yain untuk membuat tim Gerakan Disiplin Sekolah (GDS) yang bertugas memantau perilaku disiplim di sekolah, dan memberikan peringatan serta bimbingan kepada siswa tidak disiplin

Dengan dibentuknya tim Gerakan Disiplin Sekolah (GDS) kelihatannya cukup efektif, karena makin lama makin sedikit siswa yang tidak disiplin, setelah 3 bulan di hampir tidak ada siswa yang tidak disiplin

Keinginan Agus untuk disiplin menjadi budaya di sekolah dapat dikatakan membuahkan berhasil, seperti kata pepatah sunda “asal keyeng tangtu pareng”, demikian juga dengan kegigihan dan keuletan Agus untuk keberhasilan  program Gerakan disiplin di sekolah dengan jargon “Disiplin Budayaku”.

Akhirnya karena disiplin sudah menjadi budaya di sekolah nilai hasil belajar menjadi meningkat, serta banyak prestasi yang diperoleh baik tingkat kabupaten sampai dengan tingkat nasional
  Reply
#2
Thumbs Up 
(08-06-2021, 11:19 AM)kcdjm90 Mantap praktik baiknya, semoga bisa menghimbas kepada yang lainnya. Sukses terus. (Kurnaeni, Pengawas Selp;ah PLB CDPW VII)' Wrote: Agus adalah guru BK di SMK N 2 Pangandaran berkeinginan agar warga sekolah, khususnya siswa berperilaku disiplin di lingkungan sekolah

Agus melihat perilaku warga sekolah masih banyak yang melanggal aturan, padahal disiplin merupakan salah satu yang mempengaruhi karakter siswa

Agus kemudian membuat program Gerakan disiplin disekolah dengan jargon “Disiplin Budayaku”.

Awalnya sulit untuk menerapkan perilaku disiplin di lingkungan sekolah, hasil pemantauan masih banyak warga sekolah yang tidak disiplian, terutama siswa

Agus akhirnya mencoba mengajak guru yang yain untuk membuat tim Gerakan Disiplin Sekolah (GDS) yang bertugas memantau perilaku disiplim di sekolah, dan memberikan peringatan serta bimbingan kepada siswa tidak disiplin

Dengan dibentuknya tim Gerakan Disiplin Sekolah (GDS) kelihatannya cukup efektif, karena makin lama makin sedikit siswa yang tidak disiplin, setelah 3 bulan di hampir tidak ada siswa yang tidak disiplin

Keinginan Agus untuk disiplin menjadi budaya di sekolah dapat dikatakan membuahkan berhasil, seperti kata pepatah sunda “asal keyeng tangtu pareng”, demikian juga dengan kegigihan dan keuletan Agus untuk keberhasilan  program Gerakan disiplin di sekolah dengan jargon “Disiplin Budayaku”.

Akhirnya karena disiplin sudah menjadi budaya di sekolah nilai hasil belajar menjadi meningkat, serta banyak prestasi yang diperoleh baik tingkat kabupaten sampai dengan tingkat nasional
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)