• 3 Vote(s) - 4.67 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pohon Impian
#1
Pohon Impian

Bu Yutika seorang guru matematik di sebuah SMK di Kabupaten Cirebon. Sebagai guru bu Yutika punya harapan untuk meningkatkan prestasi akademik siswa dalam mata pelaran Matematika. Namun bu Yutika punya masalah, kehadiran peserta didik sangat kurang saat kegiatan pengayaan matematika, penyebab masalah ketidak hadiran siswa saat pengayaan, mereka menyampaikan matematika menakutkan, matematika sulit, matematika bikin stres. Tentu saja hal tersebut membuat perasaan bu Yutika sangat sedih dan hampir menyerah. Namun sebagai guru bu Yutika mencoba tetap semangat dan optimis untuk dapat memunculkan potensi baik peserta didik dengan membuat pohon impian.



Semua peserta didik diajak untuk menuliskan impian mereka pada kertas planel yang sudah diberi gambar pohon impian, dengan tujuan untuk memunculkan minat dan potensi peserta didik yang belum muncul, sehingga peserta didik memiliki kepercayaan diri, memahami kekuatan diri mereka , serta bisa merubah pola pikir peserta didik bahwa matematika menyenagkan, matematika itu mudah, yang akhirnya akan berdampak pada peningkatan akademik siswa dalam pelajaran matematika.



Yang dilakukan bu Yutika tidak hanya menuliskan mimpi peserta didik dalam pohon impian, hal lain yang dilakukan bu Yutika mengajajak peserta didik untuk menuliskan apa-apa yang dirasakan peserta didik sebagai hambatan dalam pelajaran matematika, selanjutnya mengajak semua peserta didik untuk berkumpul di halaman sekolah, mereka diajak untuk rilek sejenak sambil diberikan arahan agar semua hambatan yang dirasakan peserta didik menjadi sebuah kekuatan bagi mereka untuk memiliki semangat dan kepercayaan diri bahwa mereka semua punya potensi yang luar biasa. selanjutnya semua peserta didik membakar kertas yang berisi tulisan tentang hambatan yang mereka rasakan. Setelah semua kertas di bakar , maka bu Yutika mengajak peserta didik untuk membakar semangat dalam diri mereka bahwa semua hambatan yang mereka rasakan sudah di musnahkan. Bu Yutika memberi motivasi bahwa mereka adalah anak-anak yang hebat, anak-anak yang cerdas dan punya kemampuan bagus dalam segala bidang. Kegiatan tersebut dilakukan bu Yutika dengan tujuan untuk menghilangkan mental blok atau hambatan yang dimiliki siswa. Untuk menumbuhkan kepercayaan diri mereka.

Setelah kegiatan tersebut bu Yutika mencoba untuk memberikan pemahaman anak dari mulai level C2 ( memahami) dengan memberi soal-soal sesuai contoh, lalu di tingkatkan ke level C3 (menerapkan), serta memberikan penghargaan dalam bentuk nilai pada buku jurnal masing-masing siswa. Sedikit melelahkan sebetulnya. Namun diluar dugaan , hal sederhana yang dilakukan bu Yutika, ternyata mendapatkan respon yang luar biasa, selain kemampuan peserta didik semakin meningkat ternyata jumlah kehadiran siswa di kelas pengayaan ibu Yutika setiap hari bertambah banyak, sampai peserta didik duduk bet tiga dalam satu kursi. setelah di klarifikasi ternyata banyak peserta didik dari kelas lain yang ikut belajar di kelas pengayaan bu Yutika.

Akhirnya , semua impiana dan harapan bu Yutika terkabul, mereka tidak takut lagi mengikuti kelas matematika, mereka lebih percaya diri. mereka percaya ternyata mereka bisa menyelesikan dan memahami matemaatika yang selama ini mereka anggap sulit dan menakutkan, mereka percaya bahwa mereka punya lkemampuan baik, dan akhirnya berdampak pada peningkatan kemampuan peserta didik dalam berbagai bidang.



Note : Itulah pengaalaman kecil yang saya alami saat menjadi guru, mohon masukan dan saran nya untuk perbaikan kedepan
Terimakasih : Yoyoh Rohayati (pengawas SMK KCD X DISDIK PROV JABAR )
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)