• 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bangun kepercayaan diri siswa dengan “Menulis buku dalam 40 hari”
#1
Badriah adalah salah satu guru di SMAN 2 Kabupaten Cianjur yang  berkeinginan agar warga sekolah, khususnya, para siswa, memiliki keterampilan literasi yang baik sebagai bekal di masa depan. Badriah menemukan proses pendidikan dalam meningkatkan literasi belum optimal. Gerakan Literasi Sekolah pun dirasakan siswa membosankan dan begitu-begitu saja. 

Padahal keterampilan literasi berkontribusi besar bagi peningkatan kualitas personal dan akademik siswa.

Badriah kemudian mencetuskan kegiatan “Menulis 100 buku dalam 40 hari” dengan jargon “Reading to Write”. Kegiatan ini menantang seluruh warga sekolah untuk membaca beragam buku dalam pelbagai bahasa dan menghasilkan satu buku tunggal dalam waktu 40 hari.

Pada awalnya, tidak mudah. Setelah rapat guru dan kepala sekolah, dari 85 guru hanya 5 orang yang bersedia berpartisipasi. Sebagian besar guru beralasan tidak bisa dan kurang berbakat menulis. Padahal para guru memiliki andil besar sebagai model dan membersamai siswa dalam proses menulis.

Badriah meyakinkan para guru bahwa menulis semudah berbicara. Dia menawarkan solusi penggunaan aplikasi rekaman speech to text yang memungkinkan menulis semudah berbicara. Melihat begitu mudahnya menulis,  akhirnya, dari 5 guru bertambah menjadi 10 guru yang bersedia turut serta pada tantangan menulis.

Dengan jumlah guru yang ada, Badriah membangun tim. Mereka diajak untuk berkomitmen dalam mendampingi para siswa. Mereka diberi ruang untuk berlatih kembali menyisihkan waktu untuk membaca, menulis, dan pada saat yang sama, menerima konsultasi dari para siswa bimbingannya. Pelaksanaan kegiatan tantangan menulis dimulai dengan workshop dan bimbingan seperti tekhnik dasar menulis. Dilanjutkan dengan coaching secara online, pertemuan berkala dan self-editing.
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)