• 1 Vote(s) - 2 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Satu Kata Menjadi Cerita
#1
ANGGA, nama yang selalu Bu Anin ulang ketika pagi hari di sudut kelas yang biasa  digunakan untuk belajar. Dia merupakan murid Bu Anin yang pendiam, selalu termenung sambil menatap ke arah jendela luar, tidak ada kata yang terucap jika Bu Anin mulai memasuki ruang kelas, hanya senyum yang diberikan Angga kepada Bu Anin dengan  posisi kepala membelakangi posisinya.  Rasanya untuk menyapa dan bertanya dahulu merupakan hal yang sulit Angga lakukan.

Hampir setiap pagi Bu Anin selalu mengulang ngulang namanya dan bertanya dengan pertanyaan yang sama, “ Angga, Assallammualaikum ?. Namun Angga tidak lantas menjawab, Bu Anin pun mengulangi pertanyaanya, “Angga, Asslammualaikum ?, sampai beberapa kali Bu Ani mengulang pertanyaan itu hingga Angga menjawab, “ Wa- a laikum salam i-bu” mungkin butuh beberapa kali Bu Ani bertanya sampai Angga menjawabnya..

Masih mengharapakan Angga dapat memulai bertanya dan menyapa, Bu Anin selalu melakukan tanya jawab dengan Angga setiap paginya. Tak hanya itu Bu Anin selalu melemparkan beberapa pertanyaan yang sama kepada Angga, Hari itu Bu Anin bertanya, :” Angga, gimana kabarnya ? seketika Angga menjawab “Ba- ik ibu” ,Bu Anin pun meneruskan pertanyaanya berharap Angga mulai bisa sedikit bercerita “Angga, kemarin main kemana ? lagi lagi Angga tak langsung menjawabnya, dan lagi Bu Anin mengulang pertanyaanya. Angga, kemarin main kemana ? Angga lantas menoleh dan menjawab “ A-angga lari bu, jalan jalan. Wah Asik, bareng siapa Angga ?, “Angga lari bu sama bapak naik motor, banyak jajanan, ceritanya,” Wah reaksi Bu Anin mendengar Angga bercerita.

 Namun keesokan harinya Angga si murid pendiam itu tidak hadir untuk mengikuti pembelajaran, sampai beberapa hari ketika Angga hadir lagi di sekolah, Bu Anin tak lupa untuk bertanya dengan pertanyaan yang sama, sayangnya Angga hanya diam menatap ke arah jendela dan sesekali menatap Bu Anin. Bu Anin lantas berkomunikasi dengan orangtuanya, menanyakan alasan kenapa Angga tidak mengikuti pembelajaran. Orangtua Angga bercerita jika Angga tidak masuk sekolah dikarenakan masih sering kejang dan terus menerus minum obat untuk meringankan kejangnya. Merasa semua apa yang dilakukan kembali ke titik awal, Bu Anin meminta orangtua Angga untuk mencoba menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama ketika dirumah dan pasca Angga mengalami kejang sampai kondisinya mulai membaik. Beberapa yang diskusikan dengan orangtuanya yaitu, meminta Angga menjawab salam, meminta Angga menjawab hal yang telah dilakukannya.

Akhirnya, Angga mulai bisa sedikit bercerita, orangtua Angga berkata jika Angga menceritakan hal yang dilakukannya di sekolah, tidak hanya itu keesokan harinya, ketika Bu Anin datang dan memasuki ruang kelas, Angga menyapa dengan mengucapkan “ buu, i-buu pake jaket” Bu Anin antusis untuk menjawab dan melempakan pertanyaan kembali, "Iyaa Angga pake jaket biar tidak dingin, Jaket ibu warna apa Angga?", Lantas Angga bercerita “ taa-di juga Angga pake jaket, naik motor."

Sejak saat itu Angga mulai bisa menyapa terlebih dahulu dengan mengatakan "iibuu, i-ibuu tadi Angga..... “

Yaa, begitulah satu kata yang menjadi cerita bagi Bu Anin. 



Penulis : Ani Supriatni, S.Pd.
Unit Kerja : SLB C Sumbersari Kota Bandung
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)