• 1 Vote(s) - 2 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Apakah Handphone Membuat Ketergantungan?
#1
Iyut adalah seorang guru di SLB-C Sumbersari, ia mempunyai salah satu siswanya yang ketergantungan handphone, namanya Dadan. Dari awal sampai masuk ke sekolah tidak pernah lepas dengan handphone-nya, tidak pernah makan nasi, tidak mau mengikuti pembelajaran sekalipun mengikuti orahraga yang kegiatannya di luar kelas. Dia hanya duduk atau berjalan-jalan juga loncat-loncat sambil memainkan handphone di dalam kelas.

Orang tuanya pun bertanya, “Ibu Iyut bagaimana caranya supaya Dadan tidak ketergantungan handphone  terus?”

Kemudian Iyut menjawab, “Saya akan mencoba perlahan ya mamah Dadan, mungkin tidak bisa langsung lepas sekaligus tetapi kita harus bekerja sama agar Dadan bisa lepas dari handphone  dan dapat mengikuti pembelajaran, walaupun hanya sebentar, kita harus bersabar menjalani semua prosesnya”.

Setiap hari Selasa, dijadwalkan untuk jenjang SD mengikuti kegiatan berolahraga di lapangan, namun Dadan selalu tidak mau mengikuti olahraga, karena Dadan kurang senang dengan adanya banyak orang dan tidak suka suara musik yang kencang.

Setiap olahraga Iyut pun selalu mondar mandir ke kelas dan ke lapangan untuk mengecek murid yang satu dan yang lainnya. Setelah beberapa bulan kemudian Dadan mau mengikuti pembelajaran seperti mewarnai dan menempel gambar walaupun masih memerlukan bantuan.

Awalnya merasa sangat sulit untuk bisa berhasil karena murid-muridnya yang beragam kepribadiannya, tetapi Iyut bersyukur bisa menanganinya dengan baik walaupun belum cukup maksimal.

Supaya Dadan dapat mengikuti pembelajaran, perlahan Iyut membawa handphone-nya dan Dadan pun menuruti perintah dengan cukup baik. Dadan mau mengikuti baris-berbaris, mau berdoa sambil duduk yang rapi, dan mengikuti olahraga ke lapangan. Tetapi lama-kelamaan Dadan mulai merasakan tidak nyaman duduk untuk mengikuti pembelajaran. Pada akhirnya Dadan pun mengamuk, menangis menjerit-jerit, menarik tangan Iyut untuk keluar kelas dan meminta pulang. Awalnya Iyut diamkan tetapi lama-kelamaan Dadan semakin menjadi, karena emosinya yang kurang stabil.

Kemudian Iyut mencoba kembali perlahan supaya Dadan dapat lepas dari handphone, dan Alhamdulillah, setelah jalan beberapa bulan akhirnya bisa berhasil, walaupun banyak drama kecil yang harus dilewati dan memang sangat tidak mudah untuk mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan.

Iyut bersyukur atas semua yang ia capai walaupun masih harus banyak belajar dari teman-teman guru yang lebih berpengalaman lainnya.

Iyut pun ikut senang karena Dadan sedikit demi sedikit dapat mau mengikuti pembelajaran, masuk sekolah Dadan mau berjabat tangan dengan guru, meskipun untuk sebagian orang itu biasa namun murid-murid di sini sangat luar biasa.



Penulis : Fauziah Lutfi, S.Pd.
Unit Kerja : SLB C Sumbersari Kota Bandung
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)