• 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Makanan Dapat Mengubah Tingkah Laku Anak Autis
#1
Makanan Dapat Mengubah Tingkah Laku Anak Autis


Pada hari Senin cuaca sangat cerah dan akivitas kembali dimulai, setelah hari libur kemarin. Terasa malas namun harus tetap semangat untuk pergi ke sekolah menyambut anak-anak hebat. Setelah sampai sekolah bel berbunyi sebagai tanda masuk kelas, saat sedang berada dalam kelas datanglah seorang siswa baru bernama Bagas. Pada waktu itu Bagas berusia masih 5 tahun, dia terlihat tidak bisa diam berlari kesana-kemari dengan mata yang tak bisa fokus.

Keesokan harinya, “Bagas” panggil aku, dia menoleh tanpa melakukan kontak mata langsung, matanya kesana-kemari tidak fokus, oh sepertinya dia anak Autis fikirku. Setelah bertanya pada ibunya Bagas memang Autis karena sebelumnya pernah di tes dan terapi di tempat lain. Setelah melakukan assesmen dan wawancara pada ibunya hasilnya Bagas belum bisa duduk diam lama dan masih belum bisa fokus pada pembelajaran.

Terapi pun dimulai hari Senin, pembelajaran hari ini dimulai dengan pengenalan motorik halus, motorik kasar, mencocokan warna, pengenalan anggota tubuh dan yang lainnya sebagai dasar. Ternyata untuk diam saja butuh energi yang banyak karena Bagas tidak bisa diam. “Uhhh” kataku merasa lelah karena sikapnya yang tidak bisa diam, tapi aku tak mau menyerah aku harus bisa membuat Bagas  diam walupun untuk beberapa saat saja dan bisa mengikuti perintah dengan baik. Sampai akhirnya setelah beberapa kali datang dengan perjuanganku Bagas mulai mengalami perubahan, Bagas mulai bisa terdiam beberapa saat dan mengikuti perintah dengan baik. Bahagianya aku pada saat itu sambil tersenyum sendiri ternyata aku bisa.   

Suatu hari Bagas datang kembali untuk terapi, karena pada saat itu Bagas datang 2 kali dalam satu minggu. Bagas datang dengan sikap yang berbeda dari biasanya, ia tidak bisa diam sama sekali. Setelah masuk ke dalam kelas, sikapnya masih saja tidak bisa diam. “kenapa?” tanyaku dalam hati padahal kemarin-kemarin sudah terlihat perubahan pada Bagas. “Ada apa Bagas?” Tanyaku. Perintahku-pun diabaikan, Bagas tidak bisa duduk walau hanya sebentar. Pada hari kedua terapi, hal yang sama pun terjadi lagi, Bagas datang dengan sikap yang sama tetap tidak bisa diam. Hari itu adalah hari yang sangat melelahkan dan luar biasa menguras keringat.     

Setelah selesai pembelajaran di kelas akhirnya ku putuskan untuk bertanya pada ibunya Bagas, dan menceritakan yang terjadi di minggu ini, tentang sikap Bagas yang akhir-akhir ini berbeda tidak bisa diam sama sekali. Ternyata Ibunya Bagas pun bertanya-tanya sama sepertiku. Setelah ngobrol beberapa lama aku teringat tentang pola makan Bagas karena yang aku tahu anak autis tidak boleh makan tepung-tepungan yang berlebihan. “Mah bagaimana pola makan Bagas selama ini?” dan Dia pun menjawab “ seminggu ini Bagas makan mie instan sehari sampai 3 kali, makanan cemilan bolu, kue, susu dan jajanan lainnya sampai satu keresek” jawabnya. Wah ternyata benar ada yang salah dengan pola makannya. Pada saat itu Mamah Bagas belum tahu bahwa yang dilakukannya itu salah, dan aku menjelaskannya secara rinci tentang makanan yang tidak boleh diberikan secara berlebihan pada anak autis.

Setelah tahu permasalahanya kami pun berkomitmen untuk membatasi makanan yang mengandung tepung-tepungan. Terasa sulit karena usia Bagas yang masih 5 tahun pada waktu itu sehingga dia kerap kali mengamuk karena keinginannya tidak terpenuhi. Setelah beberapa kali peremuan akhirnya kami berhasil, sikap Bagas pun berubah. Bagas sudah bisa diam beberapa saat, melngikuti perintah dengan baik dan leganya saat itu ternyata benar, makanan sangat berpengaruh pada tingkah laku anak Autis. “Yes! Yes! aku berhasil lagi” sambil tersenyum bahagia karena terlihat perubahan yang sangat drastis Big Grin .

Menurutku, Bagas adalah anak yang cerdas karena dia cepat sekali menangkap pembelajaran yang ku berikan mulai dari tidak bisa duduk diam, tidak bisa mengikuti perintah, dan akhirnya dia sudah dapat membaca, berhitung serta menulis dengan baik, merupakan perubahan yang sangat membanggakan. Terima kasih Bagas karena mu aku merasa bangga dan percaya pada diriku sendiri.

 

 

Penulis: Eka Susilowati, S.Pd
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)