• 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pembelajaran yang Menarik untuk Anak Down Syndrome
#1
Euis adalah seorang guru kelas X-SMALB C1.Siswa-siswa yang diajarnya kebanyakan anak down syndrome. Ada seorang siswa yang sangat sulit belajar, namanya Fakhriyza atau biasa dipanggil Ija. Dia tidak bisa bicara, menulis hanya corat coret, bahkan bukunya juga dirobek-robek, sedang siswa lainnya dapat menebalkan huruf walaupun ada yang masih dibimbing. Emosi Ija cenderung meledak-ledak dan tidak mau diarahkan serta sulit diatur.

Euis berpikir pembelajaran yang harus diberikan pada Ija harus ada kerja sama dengan orang tuanya. Kemudian Euis memanggil Ibunya untuk membicarakan program yang akan diberikan kepada Ija yaitu pembelajaran melalui gambar-gambar sesuai dengan program dan kurikulum.

Euis berupaya mengumpulkan gambar-gambar berwarna dari internet atau gambar-gambar dari majalah dan orang tuanya membantu mencari gambar-gambar baik dari kertas kado atau gambar tempel. Sebetulnya Ija diajar oleh Euis sejak dari kelas VII, Ija mula-mula belajar menempelkan gambar tidak teratur, kadang-kadang gambarnya terbalik atau robek tetapi terus dibimbing. Ija belum bisa menggunting gambar jadi gambar diguntingkan oleh guru atau orang tuanya.

Dengan pembelajaran melalui menempelkan gambar sesuai tema pembelajaran dan diberi contoh cara mengerjakannya, lama-lama Ija mulai fokus belajar dan emosinya sudah agak menurun. Ija hobinya mendengarkan musik dari HP bahkan dia bisa memotret guru dan temannya. Sosialisasinya dengan teman sekelas pun Ija mulai dapat berinteraksi dengan teman, bahkan dia mau meminjamkan Hp kepada temannya untuk mendengarkan lagu bersama-sama. Pada guru pun sudah mau bersalaman.

Pembelajaran masa pandemi ini diberikan pembelajaran yang sama yaitu menempel gambar- gambar berwarna sesuai tema pembelajaran. Bedanya sekarang lebih banyak kerja sama dengan orang tuanya. Bahan pembelajaran dibuat oleh guru, kemudian orang tua mengambil kesekolah, hasilnya difoto dikirim ke guru.

Penilaian akhir semester dan akhir tahun pun Ija mengerjakannya melalui soal-soal bergambar yang ditempelkan sesuai perintah.Dengan pembelajaran melalui menempelkan gambar-gambar berwarna sesuai program pembelajaran yang diberikan, Ija sudah fokus belajar, emosinya mudah stabil dan orang tuapun merasa bangga karena anaknya dapat mengikuti pembelajaran walaupun dengan bantuan gambar.

Euis merasa puas akan keberhasilan Ija yang dapat mengikuti program pembelajaran yang sudah ditetapkan.



Penulis : Euis Hemawati, S.Pd.
Unit Kerja : SLB C Sumbersari Kota Bandung
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)