• 1 Vote(s) - 2 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pelaksanaan PTM Terbatas SLB BC Hikmat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian
#1
Pelaksanaan PTM Terbatas SLB BC Hikmat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian

Penulis; Wawan Setiawan, S.Pd.
 

Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong terselenggaranya Pembelajaran Tatatap Muka Terbatas (PTMT) dapat dilakukan secara dinamis. Sekolah diharuskan memenuhi ketentuan penyelengaraan pembelajaran di masa Pancemi Covid-19 sesuai dengan SKB Empat Menteri dan juga Intruksi Mendagri Nomo 14 Tahun 2021 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

SLB BC Hikmat melaksanakan PTM Terbatas dengan memperhatikan kehati-hatian sebelum berangkat siswa wajib sarapan dirumah, orangtua juga wajib memeriksa kesehatan anak dengan mengecek suhu badan, tidak sedang flu ataupun batuk, serta menyiapakn perlengkapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan alat kesehatan yang harus dibawa seperti cairan pembersih tangan dan masker.

Sesampainya di sekolah, siswa dan guru yang akan masuk area sekolah akan dilakukan sterilisasi oleh petugas Satgas Covid-19 dengan menyemprot sepatu dan tas menggunakan cairan disinfektan. Selanjutnya, mengecek sushu tubuh dan kelengkapan sekolah di era kenormalan baru seperti masker, hand sanitizier, bekal makanan dan minuman serta perlengkapan pribadi lainnya.

Jika sudah memenuhi standar sterilisasi barulah kita bias memasuki area sekolah seperti biasa. Jangan lupa ucapkan salam kepada Bapak/ Ibu Guru tanpa berjabat tangan dan tetap menjaga jarak aman.

Sebelum memasuki kelas, siswa wajib mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir. Sekolah memfasilitasi sarana tempat cuci tangan yang cukup baik dan banyak, sehingga diharapakan tidak terjadi antrian dan kerumunan. Faceshield juga disediakan di masing-masing kelas dan disimpan dengan aman serta dibersihkan secara berkala oleh Satgas Covid-19 sekolah. Untuk pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas satu kelas maksimal hanya diisi 4 siswa dengan pengaturan bangku diberikan jarak 1,5 meter.

Kami selau mengawali kegiatan belajar dengan berdo’a dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai bentuk penanaman karakter sebagai siswa yang religious dan nasionalis.

Saat KBM telah usai, kelas dan area lainnya disterilkan dengan cairan disinfektan agar besok dapat digunakan dengan aman.

Kami tak lupa menghimbau para siswa sesampainya di rumah tidak boleh bersentuhan dengan keluarga dahulu, cuci tangan dan mandi dahulu, setelah itu baru bias bersua dengan keluarga di rumah.
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)